Kesehatanmu | Tanpa Kesehatan Hidup Tak Akan Ada Artinya

Penyebab dan Cara Mengobati Syaraf Kejepit

Pernahkah kalian mendengar istilah Saraf Kejepit? Ya, Saraf Kejepit adalah salah satu masalah kesehatan yang sangat umum terjadi di Indonesia. Tak kurang bahkan lebih dari 2 juta kasus Saraf Kejepit terjadi tiap tahunnya di Indonesia.



Saraf Kejepit ialah kondisi dimana adanya suatu masalah dengan lempeng kenyal yang berada diantara tulang-tulang belakang. Penyakit ini terjadi ketika saraf mengalami suatu tekanan (kompresi) oleh jaringan sekitarnya. Penyakit Saraf Kejepit umumnya 'bersinggah' di pria maupun wanita yang berusia 30-50 tahun, namun tak jarang juga penyakit ini menyerang mereka yang berusia di luar rentan umur tersebut. Saya pun juga pernah didiagnosa mengalami Saraf Kejepit oleh Dokter, dimana usia saya saat itu masih sangat muda yaitu sekitar umur 14 tahun. Saat itu hal yang saya alami ialah rasa sakit yang sangat amat luar biasa yang pada mulanya hanya dibagian tulang punggung namun menjalar hingga ke bagian kaki saya, bahkan hanya untuk sekedar berdiri pun sangat sulit dilakukan.

Apa sih yang menyebabkan terjadinya Saraf Kejepit? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyakit ini terjadi ketika saraf mendapatkan suatu tekanan antara jaringan dengan ligamen, tendon, ataupun tulang. Dalam penjelasan medisnya, Saraf kejepit terjadi karena nucleus pulposus yang keluar dari discus melalui robekan annulus fibrosus keluar sehingga menekan medullas pinalis atau menuju ke dorsolateral menyebabkan tertekannya saraf spinalis sehingga menimbulkan rasa nyeri yang hebat.

Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang menyebabkan saraf mengalami tekanan (kompresi) oleh jaringan sekitarnya:
1.Postur tubuh yang kurang baik sehingga menambah tekanan pada tulang punggung dan saraf,
2.Mengalami rematik atau arthtritis pada pergelangan tangan,
3.Stress akibat dari suatu pekerjaan yang repetitif,
4.Terluka,
5.Obesitas atau berlebihnya berat badan juga bisa menyebabkan saraf mengalami tekanan (kompresi),
6.Aktivitas olahraga yang rentan cedera.

Hal berikutnya yang akan saya jelaskan adalah ciri-ciri dari Penyakit Saraf Kejepot tersebut. Pada dasarnya, penyakit Saraf Kejepit ini dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, umunya berawal dari leher hingga pinggang. Ciri-ciri Saraf Kejepit dibagi menjadi 2 yaitu gejala umum dan gejala khusus (pinggang dan leher).Yang pertama ciri-ciri atau gejala umum Saraf Kejepit ialah nyeri, melemahnya otot sepanjang jalur saraf, mati rasa, bahkan tak jarang ada yang sampai merasakan sensasi terbakar.


Selanjutnya adalah ciri-ciri atau gejala Saraf Kejepit pada leher:
1.Leher menjadi kaku,
2.Nyeri pada leher, terutama dibagian samping dan belakang yang nantinya dapat menjalar ke hingga ke ujung jari tangan,
3.Dada depan terasa sesak,
4. Ujung jari menjadi kaku serta melemahnya genggaman tangan,
5.Bagian leher hingga tangan sering mengalami kesemutan,
6.Kepala menjadi sulit untuk menoleh ke salah satu sisi,
7.Sakit kepala sebelah.

Dan yang terakhir, ciri-ciri atau gejala Saraf Kejepit pada punggung:
1.Bagian pinggang terasa ditusuk-tusuk,
2.Nyeri di salah satu kaki, mulai dari bokong menjalar hingga ke bagian betis,
3.Melemahnya kaki, bahkan dapat terjadi kelumpuhan sementara pada kaki,
4.Perasaan kaku serta panas pada kaki,
5.Sering mengalami kram ataupun kesemutan pada kaki.

Dampak dari Saraf Kejepit yang pertama ialah terganggunya komplesitas jaringan saraf. Jika terjadi gangguan pada jaringan saraf, hal tersebut akan mempengaruhi jaringan saraf lainnya yang ada pada tubuh. Dan yang kedua yaitu terjadinya kerusakan pada jaringan saraf, apabila Saraf Kejepit dibiarkan berlama-lama maka dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan-jaringan saraf sehingga berakibat hilangnya koordinasi fisik dan keseimbangan juga sensitivitas pada jenis kontak fisik. Dan tidak menutup kemungkinan penyakit Saraf Kejepit juga dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

Bagaimana cara mengatasi atau mengobati penyakit Saraf Kejepit? Banyak macam pengobatan untuk megobati penyakit Saraf Kejepit, jenis pengobatan serta lamanya pengobatan ditentukan dari seberapa parahnya penyakit Saraf Kejepit yang diderita. Hal yang paling pertama harus dilakukan oleh penderita Saraf kejepit ialah mengistirahatkan bagian yang cedera dan juga penderita harus menghindari aktivitas-aktivitas yang memperburuk gejala Saraf kejepit. Kemudian, pengobatan Saraf Kejepit dapat dilakukan dengan obat-obatan, terapi, dan jika menggunakan obat-obatan serta terapi masih tidak dapat mengobat Saraf Kejepit maka langhkah selanjutnya ialah melakukan Operasi.

Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi Saraf Kejepit, yaitu obat nyeri (ibuprofen, naproxen, dan sebagainya), obat nyeri saraf (gabapentin, duloxetine, dan sebagainya), obat pelemas otot (jika terjadi kejang pada otot), kortison untuk mengurangi peradangan, kortikosteroid oral untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak, dan terakhir ialah injeksi steroid untuk mengurangu bengkak namun penderita akan mengalami bengkak  sebelum akhirnya sembuh. Dan terapi-terapa yang bisa dilakukan untuk mengatasi Saraf Kejepit antara lain terapi panas atau es, traksi, dan terapi stimulasi listrik. Jika dalam 6 minggu pengobatan diatas tidak berhasil, maka akan dilakukan operasi maupun bedah yang disarankan oleh dokter apabila setelah pengobatan tadi penderita mengalami mati rasa atau kelemahan, mengalami kesulitan berdiri maupin berjalan, dan penderita sulit untuk mengontrol buang air kecil juga buang air besar. Operasi Saraf Kejepit dapat dilakukan dengan prosedur konvensional operasi atau bedah mikro dengan bantuan alat mikroskop atau endoskop. Pilihan tersebut akan didasarkan pada ketersediaan alat dan juga temuan dari pemeriksaan pasien serta gambar MRI.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Penyebab dan Cara Mengobati Syaraf Kejepit

0 komentar:

Posting Komentar