Kesehatanmu | Tanpa Kesehatan Hidup Tak Akan Ada Artinya

Tips Membaca Yang Sehat Untuk Mata

Membaca adalah langkah utama untuk menyerap ilmu. Dengan membaca, kita dapat menganalisis, menginterpretasikan, dan memahami, sebuah penulisan dari berbagai media yang dibuat oleh sang penulis. Untuk memahami makna atau arti dalam sebuah tulisan, seseorang harus memiliki kemampuan membaca. Umumnya, manusia di Indonesia ini telah memiliki kemampuan membaca sejak berumur 5-10 tahun. Bahkan, kalangan menengah ke atas, biasanya telah mengajarkan anaknya membaca di Taman kanak-kanak (TK), sejak berumur 4 tahun, sehingga ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), anak tersebut sudah mahir membaca. Tapi belajar di Taman kanak-kanak bukanlah keharusan, karena pemerintah hanya mewajibkan anak-anak untuk belajar 12 tahun yang mana dimulai dari Sekolah Dasar. Tetapi, semenjak tahun 2001, Direktorat Pendidikan Dini Usia (PADU), telah membuat Pendidikan Anak Usia Dini (PADU), yang mana bertujuan sebagai wadah atau sarana bermain anak-anak dan melatihnya kemampuan belajar, seperti menggambar, menghitung, dan membaca tentunya, agar anak-anak telah siap belajar ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, Pendidikan Anak Usia Dini ini atau biasanya yang disebut PAUD merupakan program pemerintah yang dapat dinikmati segala kalangan karena gratis atau tanpa biaya sehingga dapat dinikmati oleh anak-anak mulai dari berumur 4 tahun.



Ironisnya, Pendidikan Anak Usia Dini ataupun Taman kanak-kanak hanya terdapat di kota-kota besar, dan masih sulit ditemui di kota-kota terpencil seperti di Indonesia bagian Timur yaitu Irian Jaya atau Papua. Masyarakat Indonesia di sana mayoritas masih buta huruf, karena keterjangkauan yang sulit dan keterbatasan akses. Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) mengirim perwakilan guru yang rela untuk membaktikan dirinya di sana, ikhlas untuk memberikan ilmunya tanpa pamrih.

Buku adalah jendela dunia, sumber pengetahuan, yang mana dapat kita mengetahuinya dengan kemampuan membaca. Kegiatan membaca dilakukan oleh anak-anak, remaja,dewasa , hingga lanjut usia (lansia). Kecerdasan Intelektual akan kita dapat jika rajin membaca, wawasan yang luas, bahkan kemampuan berbicara yang baik. Karena dengan membaca kita dapat mengetahui seluruh aspek ilmu pengetahuan ; ekonomi, sosial budaya, politik, kesehatan, dan sebagainya. Seiring berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), membaca dapat kita lakukan di berbagai media. Dahulu kala manusia hanya memperoleh informasi dari radio dan surat kabar, sekarang membaca dan memperoleh ilmu dapat kita peroleh dari media Televisi (TV) bahkan media berita daring yang dapat kita nikmati, seperti Liputan 6, Detik, Antara News, dan lain-lain.

Menjalani kesibukkan membaca, kita pun harus mengetahui cara membaca yang benar, karena jika tidak, mata pun akan mengalami kerusakan dan mendapatkan penyakit seperti rabun jauh dan rabun dekat. Maka dari itu, penulis akan memberikan tips bagaimana membaca yang baik dan benar.


1. Duduk Dengan Posisi Sempurna
Membaca hanya baik dan benar jika kita lakukan dengan duduk, dengan jarak pandang yang baik dan sempurna yaitu 25-30cm. Jika berdiri, otot dan tenaga tubuh kita difokuskan kepada kaki dan badan, sehingga kita lelah dan tidak fokus membaca, kepala pun harus menunduk dan jarak pandang kita terhadap media tulisan pun akan tidak baik. Kendati, selain dengan berdiri, membaca lebih buruk dilakukan dengan tiduran atau berbaring, baik dengan telentang maupun tengkurap, hal ini sering dilakukan oleh anak kecil sehingga dari kecil anak-anak banyak yang sudah mengidap penyakit rabun jauh dan rabun dekat. Bukannya mendapatkan ilmu, otak manusia justru akan mengalami penurunan memori, penurunan kualitas tidur, dan kesehatan akan berpengaruh jangka panjang. Hal ini sangat disarankan untuk dihilangkan karena sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan mata, apalagi membaca ponsel ketika tidur, akan memberikan radiasi langsung kepada mata dan dapat merusak retina mata.

2. Penyinaran yang Baik
Penyinaran yang baik juga merupakan hal yang penting, dengan kondisi gelap, pupil mata kita akan membesar untuk menangkap cahaya yang lebih banyak, hal ini akan menimbulkan sakit kepala dan otak kita akan merasa pusing, dan juga pengeringan mata jangka pendek karena mata kita akan lebih jarang berkedip.

3. Konsumsi Vitamin A
Untuk menjaga kesehatan mata, melawan, dan menghindari berbagai penyakit, tubuh kita memerlukan vitamin A. Vitamin A dapat mengurangi risiko katarak, rabun senja, mata minus, melembabkan mata, dan menjaga metabolisme mata. Vitamin A mudah kita temui dalam sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan.
Demikian tips membaca sehat dari penulis, semoga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-sehari, semoga bermanfaat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tips Membaca Yang Sehat Untuk Mata

0 komentar:

Posting Komentar