Pilek, Gejala, Penyebab, dan Cara Menyembuhkan Pilek Tanpa Obat

Pilek, Gejala, Penyebab, dan Cara Menyembuhkan Pilek Tanpa Obat


Pilek merupakan jenis penyakit yang dapat dialami oleh siapa saja, baik anak ataupun orang dewasa. Hal ini karena pilek disebabkan oleh virus sehingga dapat menyerang tubuh dengan mudah, terutama ketika sistem imunitas lemah. Nah, untuk itu, bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai penyakit pilek, Anda datang pada situs yang tepat.
Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas secara lengkap mengenai pilek. Mulai dari perbedaan flu dan pilek, gejala penyakit pilek, jenis pilek, hingga cara menyembuhkan pilek. Tak perlu berlama-lama, simak ulasan berikut ini.

Perbedaan Flu dan Pilek

Setidaknya terdapat lebih dari 200 virus berbeda yang dapat memicu pilek. Hanya saja, virus penyebab pilek yang paling umum adalah rhinovirus. Gejala pilek yang ditimbulkan oleh virus ini adalah bersin hingga hidung berair. Namun perlu diingat, pilek dan flu (influenza) merupakan jenis penyakit yang berbeda. Gejala yang ditimbulkan oleh virus influenza terbilang lebih parah seperti demam, nyeri, lesu, dan sakit kepala. 

pilek
Mengutip dari situs Panadol, flu atau influenza merupakan jenis penyakit pernapasan yang diakibatkan oleh virus. Jenis virus penyebab flu ada banyak macam. Namun umumnya virus tersebut memang menyerang saluran pernapasan termasuk hidung dan tenggorokan.
Untuk perbedaan flu dan pilek yang paling mendasar, gejala flu berlangsung lebih lama jika dibandingkan dengan pilek. Selain itu, flu identik dengan menggigil, demam, dan nyeri otot. Sedangkan pilek hanya membuat demam ringan dan menyebabkan hidung berair.
Dalam beberapa kasus, flu dapat muncul selama 5 hingga 7 hari. Sedangkan pilek lebih cepat dari itu. Cara paling mudah dalam menyembuhkan penyakit flu ataupun pilek adalah banyak minum cairan dan beristirahat. 

Gejala Penyakit Pilek

Seperti halnya penyakit lain pada umumnya, pilek juga memiliki gejala. Setiap gejala sebuah penyakit merupakan respon sistem imun tubuh ketika tubuh terserang virus atau bakteri. Lalu apa saja gejala penyakit pilek? Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Batuk

Ini adalah gejala pilek yang paling sering muncul. Sekedar informasi, batuk bukanlah penyakit namun merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan virus. Umumnya, batuk menjadi reaksi terhadap iritasi di bagian tenggorokan. Meski demikian, batuk bukan menjadi gejala pilek yang paling utama. Ada juga masalah lain yang menyebabkan batuk misalnya debu, alergi, dan sebagainya.

2. Bersin

Gejala pilek yang berikutnya adalah bersin. Menurut Wikipedia, bersin merupakan keluarnya udara dengan keras melalui mulut dan hidung. Kecepatan udara tersebut adalah sekitar 70m/detik atau 250km/jam. Seperti halnya batuk, bersin juga merupakan reaksi penyesuaian untuk menyingkirkan ingus yang di dalamnya terdapat partikel-partikel asing. Pada gejala pilek, bersin terjadi karena kondisi tubuh yang telah terinveksi oleh virus tertentu penyebab pilek.

3. Sakit Tenggorokan

Gejala pilek selanjutnya adalah sakit tenggorokan. Penyebabknya karena virus pilek membuat bagian tenggorokan teriritasi.

4. Hidung Tersumbat

Sesak hidung atau yang lebih dikenal dengan hidung tersumbat adalah gejala penyakit pilek yang selanjutnya. Kondisi ini akan membuat penderita pilek merasa kurang nyaman.

5. Demam

Gejala penyakit pilek yang paling sering dirasakan adalah demam. Demam merupakan kondisi dimana suhu tubuh melebihi 37 derajat Celcius. Secara garis besar, hal yang menyebabkan demam adalah infeksi virus dan peradangan. Selain itu, demam juga menjadi tanda bahwa sel darah putih sedang bekerja melawan virus dan bakteri yang mencoba menginfeksi tubuh. 

Penyebab Penyakit Pilek Berkepanjangan yang Harus Diwaspadai

Nah, hal yang harus diwaspadai adalah ketika pilek berkepanjangan dan tak kunjung sembuh. Biasanya pilek berkepanjangan dibarengi dengan hidung tersumbat. Berbeda dengan penyakit pilek biasa, pilek berkepanjangan disebabkan oleh beberapa hal. Jika dibiarkan, penyakit pilek berkepanjangan dapat berbahaya bagi tubuh.
Mengutip dari situs doktersehat.com[k1] , berikut adalah penyebab pilek berkepanjangan:

1. Polip Hidung

Penyebab pilek berkepanjangan yang pertama adalah polip hidung. Polip hidung terjadi ketika ada sel yang tumbuh dari mukosa hidung. Sekedar informasi, mukosa adalah bagian lapisan dengan permukaan yang sangat basah dan berlendir. Fungsinya adalah melindungi bagian dalam hidung dan melembabkan udara yang dihirup melalui hidung.
Ketika jaringan mukosa tumbuh berlebih pada bagian polip hidung, maka akan terjadi peradangan, baik itu akibat infeksi ataupun alergi. Akibatnya, mukosa hidung membengkak dan menjadi merah serta menghasilkan cairan berupa ingus yang tak kunjung berhenti.

2. Sinusitis

Sinusitis merupakan penyebab pilek berkepanjangan yang selanjutnya. Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan dinding pelapis rongga sinus. Umumnya, kondisi ini terjadi ketika sinus yang berisi udara penuh dengan cairan sehingga memunculkan penyumbatan.
Kondisi tersebut menyebabkan kuman dan bakteri tumbuh subur di dalam hidung. Ketika Anda mengalami pilek yang disertai dengan sinusitis, maka Anda akan merasakan rasa sakit luar biasa di bagian mata dan hidung. Selain itu, hidung akan memproduksi lendir dengan warna kekuningan.

3. Alergi

Penyakit pilek berkepanjangan juga dapat dipicu oleh alergi. Beberapa hal yang dapat memicu alergi adalah bulu hewan, debu, serbuk sari, hingga tungau. Ketika penderita pilek berkepanjangan dipicu oleh alergi, maka tubuh memberikan reaksi untuk menangkal efek buruk dari penyebab alergi tersebut.

4. Rhinitis non-Alergi

Penyebab pilek berkepanjangan yang berikutnya adalah rhinitis non-alergi. Ini merupakan peradangan yang terjadi di hidung bagian dalam. Penyebabnya adalah adalah terjadi gangguan saraf-saraf hidung. Adapun gejala yang muncul umumnya adalah hidung tersumbat, bersin-bersing, dan hidung berair.
Sekedar informasi, rhinitis non-alergi akan membuat pembuluh darah dalam hidung melebar. Pada kondisi normal, ketika tubuh menghirup udara, pembuluh darah dalam hidung akan menyempit sehingga sirkulasi udara berjalan lancar. Sedangkan ketika terserang pilek berkepanjangan akibat rhinitis non-alergi, pembuluh darah melebar sehingga sirkulasi udara terganggu.

5. Pneumonia

Pneumonia juga menjadi penyebab penyakit pilek berkepanjangan. Ini merupakan infeksi yang berasal dari jamur, virus, dan bakteri. Umumnya, pneumonia menyerang melalui udara. Pada sebagian banyak kasus, pilek berkepanjangan akibat pneumonia akan menyerang ketika seseorang batuk atau bersin.
Itulah beberapa penyebab penyakit pilek berkepanjangan yang harus Anda ketahui. Meskipun sebenarnya ada faktor lain yang membuat seseorang menderita pilek, namun 5 penyebab di atas menjadi penyebab pilek paling umum. 

Cara Menyembuhkan Pilek pada Anak dan Orang Dewasa

Anda telah mengetahui perbedaan flu dan pilek, gejala pilek, dan beberapa penyebab pilek berkepanjangan. Kini saatnya mengulas mengenai bagaimana cara menyembuhkan pilek. Pada ulasan berikut, kami akan membagi pembahasan menjadi cara mengobati pilek pada orang dewasa dan anak-anak. Hal ini karena anak-anak, terutama bayi, memiliki cara penyembuhan yang sedikit berbeda. Tak perlu berlama-lama, berikut adalah cara menyembuhkan pilek yang harus Anda coba.

Cara Menyembuhkan Pilek Ampuh untuk Orang Dewasa

Bagi orang dewasa, ada banyak sekali cara menyembuhkan pilek yang dapat dicoba. Hal ini karena orang dewasa umumnya telah memiliki sistem imunitas yang lebih kuat sehingga pilek dapat disembuhkan dengan mudah. Setidaknya berikut adalah cara menyembuhkan pilek dalam sehari untuk orang dewasa:

1. Jahe

Jahe dikenal sebagai obat pilek batuk pilek tradisional untuk dewasa yang memang terbukti ampuh. Hal ini karena jahe dapat membuat otot-otot pada saluran pernapasan menjadi rileks. Selain itu, zat akitf yang terkandung di dalam jahe dapat merangsang produktifitas sistem imunitas tubuh.
Cara menyembuhkan pilek dengan jahe sangat mudah. Anda hanya perlu meminum air jahe hangat ketika terserang pilek. Selain mampu menyembuhkan pilek, jahe juga dapat menghangatkan tubuh serta menangkal rasa mual ketika pilek.

2. Madu

Cara menyembuhkan pilek untuk dewasa yang berikutnya adalah madu. Madu memiliki beragam zat yang sangat bermanfaat. Ada banyak sekali sifat anti-mikroba yang terdapat di dalam madu. Dengan kandungannya tersebut, obat alami pilek untuk dewasa yang satu ini dapat dicoba.
Caranya, cukup konsumsi madu asli dua kali sehari. Bila perlu, campurkan madu tersebut dengan perasan jeruk nipis dan air hangat. Ramuan tradisional untuk pilek sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang masih belum berusia 1 tahun.

3. Bawang Putih

Obat sakit pilek tradisional selanjutnya adalah bawang putih. Seperti yang kita tahu, bawang putih memang terkenal sebagai bahan alami untuk mengatasi peradangan. Senyawa alami bawang putih mampu melawan virus. Selain itu, bawang putih juga merangsang sistem imunitas tubuh.
Dalam memanfaatkan bawang putih untuk mengobati pilek, caranya sangat mudah. Anda dapat mengonsumsinya langsung atau dengan meramunya sebagai bahan campuran makanan. Namun sangat dianjurkan untuk mengonsumsi bawang putih mentah agar pilek Anda sembuh dalam sehari.

4. Vitamin C

Vitamin C mempunyai banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem imunitas tubuh pulih, maka virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh dapat dibasmi lebih mudah. Oleh karena itu, makanan yang mengandung vitamin C sangat cocok digunakan untuk mengobati penyakit pilek.
Adapun beberapa contoh makanan yang mengandung vitamin C adalah lemon, jeruk, paprika, cabai, jambu, tomat, brokoli, kiwi, strawberry, papaya, dan lain sebagainya.

5. Banyak Minum Air Putih

Cara mengobati penyakit pilek yang berikutnya adalah memperbanyak konsumsi air putih. Hal ini karena umumnya penyakit pilek menyebabkan keluarnya ingus berlebih dari hidung. Ingus tersebut mengumpul di bagian belakang tenggorokan. Dengan meminum banyak air putih, maka selaput lendir hidung akan tetap lembab sehingga ingus dapat dikurangi. Selain itu, air putih juga dapat mencegah tubuh dari dehidrasi.

6. Berendam Air Hangat

Untuk menyembuhkan pilek kurang dari sehari, Anda dapat berendam dengan air hangat. Ini adalah cara paling mudah untuk menyembuhkan pilek. Selain berendam dengan air hangat, Anda juga dapat menggunakan alternatif lain seperti pelembab ruangan.

7. Minyak Kayu Putih

Cara mengobati pilek yang berikutnya adalah minyak kayu putih. Fungsi dari minyak kayu putih adalah mengencerkan lendir di hidung. Dengan begitu, maka kelembaban hidung akan kembali normal dan tidak berair. Cukup oleskan minyak kayu putih di bagian hidung. Lakukan secara teratur begitu Anda merasa hidung Anda mulai mengeluarkan ingus.

8. Beristirahat Lebih Lama

Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu faktor yang membuat tubuh mudah terserang pilek adalah karena menurunnya sistem imunitas tubuh. Sebagai jenis penyakit yang tidak terlalu berbahaya, Anda hanya cukup beristirahat lebih lama untuk menyembuhkan pilek.
Alasannya, ketika beristirahat, tubuh memproduksi sel-sel baru yang dapat melawan infeksi virus dan bakteri. Pada orang dewasa, waktu istirahat yang direkomendasikan adalah selama 8 jam. Jadi saat Anda pilek, ada baiknya meluangkan waktu lebih lama untuk tidur.
Itulah beberapa cara menyembuhkan pilek yang dapat Anda lakukan. Cara di atas sangat mudah dilakukan sehingga sakit pilek Anda dapat sembuh hanya dalam sehari saja.

Cara Mengobati Pilek pada Anak dan Bayi

Untuk mengobati pilek pada anak dan bayi, caranya memang berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Mengapa? Ini karena anak kecil ataupun bayi memiliki sistem imunitas yang masih belum sempurna. Oleh karena itu, dibutuhkan cara yang lebih aman sehingga kesehatan anak tetap terjaga.
Setidaknya berikut adalah beberapa cara menyembuhkan pilek pada anak dan bayi:

1. Campuran Jeruk Nipis dan Madu

Pilek pada anak dapat diatasi dengan memberikan air perasan jeruk nipis yang dicampur madu. Caranya, ambil satu buah jeruk nipis yang telah matang. Setelah itu, peras jeruk nipis pada sebuah sendok. Campurkan sedikit madu pada air perasan tersebut. Minumkan pada anak. Jika sudah, berikan segelas air hangat agar tenggorokan anak tidak serak.

2. Berikan Probiotik

Menurut penelitian, meminum probiotik sangat aman bagi anak yang berusia 12 bulan hingga 12 tahun. Hal ini karena probiotik dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika daya tahan tubuh kembali normal, maka virus dan bakteri penyebab virus pada anak dapat disembuhkan. Adapun contoh probiotik yang dapat diberikan pada anak adalah yoghurt ataupun minuman dengan kandungan lactobacillus seperti Yakult.

3. Mandikan dengan Air Hangat

Cara mengobati pilek anak dan bayi yang berikutnya adalah dengan memandikan mereka menggunakan air hangat. Ketika tubuh anak hangat, maka vitalitas tubuh dapat meregenerasi. Untuk anak di bawah usia 1 tahun, cukup seka tubuh mereka dengan air hangat.
Itulah beberapa cara mengobati pilek bayi dan anak yang dapat Anda lakukan. Meskipun penyakit pilek termasuk kategori penyakit ringan, namun jika tak kunjung sembuh, sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga ulasan lengkap mengenai penyakit pilek, gejala pilek, penyebab pilek, dan cara mengobati pilek pada kesempatan kali ini bermanfaat bagi Anda.


 [k1]https://doktersehat.com/pilek-berkepanjangan-awas-kanker-hidung/
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment