KETAHUI CIRI-CIRI MENOPAUSE DAN GEJALANYA

KETAHUI CIRI-CIRI MENOPAUSE DAN GEJALANYA

Meskipun sudah menjadi proses yang wajar, namun tak sedikit wanita yang sudah mengetahui apa saja ciri-ciri menopause. Gejala menopause sendiri sebenarnya disebabkan oleh perubahan kadar progesteron dan estrogen dalam tubuh. Dengan berkurangnya fungsi ovarium, maka secara otomatis ovarium dalam tubuh hanya akan menghasilkan progesteron dan estrogen yang lebih sedikit. Di sinilah menopause terjadi.

Mengenai gejala yang terjadi, ada wanita yang mengalami proses normal di mana penurunan kadar estrogen secara bertahap. Namun ada juga yang hanya sedikit mengalami gejala yang satu ini.



Seperti yang telah dijelaskan di atas, ini adalah kondisi yang normal karena tubuh melakukan penyesuaian terhadap produksi kadar progesteron dan estrogen. Meski demikian, pada kondisi tertentu, wanita dapat mengalami perubahan hormon drastis yang berakibat pada penurunan estrogen secara tiba-tiba.

Untuk itulah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai ciri-ciri menopause.
 

Ketahui Ciri-Ciri Menopause yang Dapat Terjadi pada Tubuh Anda

Sebelum mengulas tentang ciri-ciri menopause, Anda harus memahami tentang perimenopause. Perimenopause sendiri merupakan kondisi di mana tubuh sedang melakukan adaptasi terhadap proses menopause. Kondisi ini terjadi setidaknya selama 2 hingga 8 tahun yang ditambah 1 tahun terhitung dari berakhirnyamenstruasi.
 
Hingga saat ini, masih belum ada cara menentukan bagaimana mengetahui periode perimenopause. Namun yang pasti, masa perimenopause merupakan masa di mana tanda akhir reproduksi berlangsung. Ada kaitan erat antara berakhirnya masa reproduksi dengan penurunan fungsi indung telur.
 
Lantas apa saja ciri-ciri dari proses menopause terjadi? Untuk itu, sebaiknya Anda simak tentang tanda-tanda umum menopause yang akan dialami oleh seorang wanita. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Hot Flashes

Ciri-ciri menopause yang pertama adalah hot flashes. Ini adalah kondisi di mana terjadi peningkatan darah dalam pembuluh darah yang terdapat di punggung, dada, leher, dan area wajah. Tanda-tandanya adalah kulit di area tersebut menjadi lebih memerah dan hangat serta munculnya keringat berlebih.

Kondisi ini dialami oleh sekitar 75% wanita pada umumnya dengan jarak waktu sekitar 1 tahun sebelum terjadinya menopause. Adapun batas waktu seorang wanita mengalami hot flashes pun berbeda-beda yakni antara 30 detik hingga 5 menit dalam jangka waktu sehari atau bahkan lebih.
 

2. Organ Reproduksi Wanita Mulai Mengering

Ciri-ciri selanjutnya ketika seorang wanita mengalami menopause adalah mengeringnya organ intim kewanitaan. Hal ini terjadi karena terjadi penipisan jaringan pada dinding organ reproduksi wanita. Selain itu, tanda yang dirasakan oleh wanita pada masa ini adalah munculnya rasa nyeri yang sangat ketika melakukan hubungan intim bersama pasangan.

3. Gejala Emosional / Psikis

Ciri-ciri menopause yang berikutnya yakni ditandai dengan munculnya gejala-gejala psikis pada wanita. Gejala tersebut berupa rasa yang mudah lelah, sudah tidur, mudah tersinggung, dan sering mengalami gelisah. Hal tersebut diakibatkan karena produksi kadar estrogen oleh tubuh mengalami penurunan drastis.

Untuk wanita yang mengalami gejala ini, maka ketika malam hari tiba, akan muncul keringat berlebih yang mengakibatkan susah tidur.

Itulah beberapa tanda-tanda menopause yang harus Anda ketahui. Apabila Anda mengalami hal tersebut ketika masih muda, sebaiknya segera periksakan kesehatan Anda ke dokter. Hal tersebut bertujuan agar nantinya Anda dapat memperoleh diagnosa tepat terkait dengan periode menopause yang Anda alami.

Beberapa Gejala Menopause Dini yang Harus Anda Waspadai

Selain ciri-ciri menopause di atas, ada juga beberapa tanda atau gejala yang menandakan bahwa Anda sedang mengalami menopause dini. Seperti namanya, menopause dini merupakan kondisi di mana tubuh lebih cepat mengalami menopause dibandingkan dengan usia sebenarnya. Adapun ciri dari terjadinya menopause ini adalah sebagai berikut:

1. Mengecilnya Rahim / Uterus

Tanda pertama adalah mengecilnya uterus yang disebabkan karena menciutnya atrofi endometrium atau selaput lendir rahim. Selain itu, miometrium atau serabut otot rahim mengalami penebalan dan lebih menonjol.

2. Perubahan pada Ovarium

Ciri-ciri menopause dini yang selanjutnya adalah terjadinya perubahan pada ovarium. Hal ini karena sistem peredaran darah yang ada pada indung telur mengalami proses penuaan dan kekakuan dini. Kondisi paling umum dari perubahan ini disebabkan karena terjadinya gangguan peredaran darah pada ovarium.

Dalam fase perimenopause, saat seorang wanita mengalami haid, maka ovarium tidak akan mengeluarkan sel telur atau yang biasa disebut dengan istilah anovulasi. Selain itu, folikel primer yang ada di dalam ovarium juga tak dapat matang dengan baik. Kondisi ini juga disebabkan oleh naiknya kadar gonadotropin yang tinggi dalam tubuh wanita.

3. Perubahan Periode Menstruasi

Adapun ciri paling umum ketika seorang wanita mengalami menstruasi dini adalah terjadinya perubahan periode menstruasi pada wanita. Hal ini dapat dilihat dari jumlah darah yang keluar saat proses menstruasi berlangsung. Pada wanita normal, darah haid yang keluar relatif banyak. Sedangkan pada wanita yang sedang mengalami proses menstruasi dini, maka darah menstruasi yang keluar relatif lebih sedikit.

Tak hanya itu saja, periode atau siklus menstruasi yang terjadi pun tidak dapat ditentukan secara pasti. Ada yang mengalami menstruasi lebih cepat dan ada juga penderita yang mengalami menstruasi lebih lambat, bahkan hingga 1 bulan lamanya.

Meskipun sering dikaitkan dengan periode perimenopause, namun jika Anda mengalami hal ini, ada kemungkinan Anda sedang terjangkit penyakit lainnya. Oleh karena itu, jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan Anda ke dokter ketika mengalami hal tersebut.

Gangguan Kesehatan yang akan Dialami oleh Wanita pada Periode Menopause

Setelah mengalami periode menopause, maka akan muncul gangguan kesehatan yang sangat besar kemungkinannya untuk dialami oleh seorang wanita. Pada umumnya, terdapat dua gangguan kesehatan. Di antaranya adalah:

Penyakit Jantung

Saat seorang wanita mengalami masa menopause, maka mereka akan lebih mudah mengalami masalah pada kesehatan jantung. Ini dikarenakan kadar estrogen yang bermasalah akan menyebabkan naiknya tekanan darah serta berat badan. Tak hanya itu saja, pembuluh darah yang harusnya dapat mengalir dengan bebas ke area jantung menjadi terhambat.
 

Osteoporosis

Ini adalah penyakit yang paling umum terjadi ketika seorang wanita mengalami fase menopause. Seperti yang kita tahu, osteoporosis merupakan kondisi di mana masa kepadatan tulang pada tubuh mengalami penurunan. Akibatnya, penderita dapat menderita pengeroposan tulang.

Osteoporosis memang lebih banyak dialami oleh mereka yang berusia lanjut. Hal ini karena tubuh kurang mendapatkan asupan kalsium yang cukup. Sebagai informasi, penderita osteoporosis sendiri didominasi oleh wanita yakni sekitar 80%, termasuk oleh wanita yang mengalami menopause dini.

Penyebab utamanya masih sama, yakni berkurangnya kadar hormon estrogen yang berakibat pada rendahnya kadar kalsium dalam tubuh.

Itulah beberapa ciri-ciri menopause serta penyakit yang kemungkinan besar muncul selama periode menopause berlangsung. Apabila melihat dari penjelasan di atas, maka bagi siapapun yang mengalami masa-masa tersebut, maka segera periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter.

Hal ini bertujuan agar nantinya dapat ditentukan apakah gejala-gejala yang Anda alami di atas merupakan ciri dari menopause atau karena penyakit lainnya. Semoga ulasan di atas bermanfaat bagi Anda.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment