8 PENYEBAB ANEMIA DAN CARA MENGOBATINYA

8 PENYEBAB ANEMIA DAN CARA MENGOBATINYA

Tak banyak orang yang tahu mengenai apa saja penyebab anemia. Secara garis besar, anemia merupakan sebuah kondisi dimana jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dibandingkan kondisi normal. Anemia dapat terjadi apabila sel darah merah tak memiliki kandungan hemoglobin yang cukup.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini Kesehatanmu akan mencoba mengulas secara lengkap mengenai apa saja penyebab anemia dan bagaimana cara pengobatannya. Tak perlu berlama-lama, simak ulasan berikut.

Pengertian Anemia

Sebelum mengulas lebih jauh mengenai penyebab anemia, ada baiknya apabila Anda memahami pengertian anemia itu sendiri. Mengutip dari situs www.alodokter.com[k1] , anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut akan menyebabkan penderita mengalami rasa lelah dan letih. Penyakit anemia dapat terjadi dalam jangka panjang dan jangka pendek. Tingkat keparahannya pun ada yang ringan dan berat.

Penyebab Anemia secara Umum

Setelah mengetahui secara singkat mengenai pengertian anemia, kini saatnya mengulas mengenai apa saja penyebab anemia. Dalam hal ini, kami akan membagi penyebab anemia secara umum, penyebab anemia pada remaja, dan penyebab anemia gravis. 



Penyebab anemia secara umum memang sangat dipengaruhi oleh kandungan hemoglobin pada sel darah merah. Pada kondisi normal, sel darah merah memiliki bentuk bulat dengan bagian tengah pipi mirip seperti donat tanpa lubang. Namun ketika mengalami anemia, bentuk sel darah akan abnormal sehingga menghalangi fungsinya untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Untuk penyebab anemia, mengutip dari situs doktersehat.com[k2] , ada beberapa kondisi yang memungkinkan seseorang terserang anemia. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menstruasi pada Wanita

Wanita usia produktif, yang masih mengalami menstruasi, memiliki risiko yang lebih besar terserang anemia. Hal ini karena mereka masih sangat rentan terhadap defisiensi besi akibat kehilangan darah karena menstruasi. Terlebih ketika seorang wanita mengalami menstruasi terlalu berat. Maka mereka akan lebih rentan terserang anemia.

2. Faktor Usia dan Kondisi Medis

Penyebab anemia yang selanjutnya adalah faktor usia serta kondisi kesehatan yang buruk. Hal ini biasanya dialami oleh orang-orang yang telah lanjut usia. Bagi orang tua, dengan kondisi kesehatan buruk, baik akibat usia atau pola makan tak sehat, sangat rentan terserang anemia.

3. Faktor Keturunan

Meskipun tergolong penyakit yang ‘ringan’, namun ternyata anemia juga dapat disebabkan karena faktor keturunan. Hanya saja, penyebab anemia karena faktor genetis sangatlah jarang terjadi.

4. Cacat Genetik

Penyebab anemia yang berikutnya adalah terjadi cacat genetik dalam tubuh. Jenis penyakit anemia yang disebabkan oleh cacat genetik disebut dengan anemia sel sabit. Pada kondisi ini, sel darah akan membelah diri sangat cepat sehingga oksigen yang dibawa oleh sel darah tidak akan sampai ke organ tubuh.

Sesuai namanya, anemia sel sabit dapat dikenali dengan bentuk sel darah merah itu sendiri. Sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit yang terjebak dalam pembuluh darah kecil sehingga terjadilah penyumbatan. Dampak anemia sel sabit adalah tubuh yang tidak dialiri oleh darah akan mengalami rasa nyeri.

5. Kekurangan Zat Besi Mineral dalam Tubuh

Kekurangan zat besi mineral dalam tubuh adalah penyebab anemia yang selanjutnya. Kondisi ini disebut dengan anemia defisiensi besi. Untuk informasi, sumsum tulang membutuhkan asupan zat besi untuk membuat hemoglobin yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. tanpa adanya zat besi yang cukup, maka tubuh tak mampu menghasilkan hemoglobin untuk sel darah merah.

6. Kehamilan

Kehamilan juga dapat menyebabkan tubuh terserang anemia. Ini karena ketika hamil, seorang wanita berisiko lebih tinggi kekurangan zat besi. Oleh karena itulah sangat disarankan bagi ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang kaya gizi sehingga asupan zat besi tercukupi.

7. Riwayat Penyakit

Penyebab anemia yang berikutnya adalah adanya riwayat penyakit tertentu yang dialami oleh seseorang. Beberapa contoh penyakit yang meningkatkan seseorang terserang anemia adalah penyakit darah, riwayat infeksi darah, gangguan autoimun, paparan bahan kimia beracun, konsumsi alcohol, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Itulah beberapa penyebab penyakit anemia yang harus Anda ketahui. Selain penyebab di atas, ada juga hal lain yang dapat memicu seseorang terserang anemia. Di antaranya adalah penyakit sumsun tulang seperti leukemia yang menghambat produksi sel darah merah hingga penghancuran sel darah lebih cepat oleh tubuh.

Penyebab Anemia pada Remaja

Apabila pembahasan sebelumnya mengulas tentang penyebab anemia secara umum, maka berikut adalah ulasan mengenai penyebab anemia pada remaja. Secara umum, remaja memang dapat terserang anemia terlebih akibat gaya hidup tidak sehat.

Namun selain itu, masih ada faktor lain yang meningkatkan risiko remaja terserang anemia. Di antaranya adalah:
  • Tubuh asupan zat besi serta makanan yang kaya akan vitamin C.
  • Melakukan diet vegan.
  • Sering melewatkan waktu makan.
  • Pertumbuhan yang cepat.
  • Suka melakukan olahraga berat.
  • Kehilangan banyak darah ketika menstruasi pada perempuan.
Apabila dilihat dari berbagai penyebab anemia pada remaja di atas, dapat diambil sebuah kesimpulan. Anemia yang dialami oleh remaja kebanyakan diakibatkan oleh pola hidup kurang sehat. Contohnya adalah lebih suka mengonsumsi makanan cepat saji dibandingkan dengan buah-buahan yang kaya akan zat besi dan vitamin C.

Selain itu, diet vegan juga dapat memicu terjadinya anemia. Ketika melakukan diet vegan, maka asupan zat besi yang diterima oleh tubuh akan berkurang. Menstruasi pun juga menjadi salah satu penyebab anemia. Oleh karena itu, disarankan untuk remaja agar selalu mencukupi makanan bergizi setiap hari.

Dampak dan Bahaya Anemia atau Kekurangan Darah

Anemia atau kekurangan darah ternyata juga dapat memberikan efek atau dampak yang harus diperhatikan. Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyakit anemia memiliki tingkatan mulai dari tingkatan ringan hingga berat. Untuk kondisi anemia ringan, penderita mungkin hanya akan mengalami rasa lelah dan letih saja. Namun untuk tingkat anemia berat, ada beberapa dampak anemia yang harus Anda waspadai.

Mengutip dari situs doktersehat.com[k3] , berikut adalah bahaya anemia atau kekurangan darah:

1. Kerontokan Rambut

Bahaya kekurangan darah atau anemia yang pertama adalah kerontokan rambut. Pada kondisi parah, kekurangan darah akan menyebabkan kerontokan rambut hingga lebih dari 100 helai perhari. Itu adalah tanda-tanda kesehatan yang menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan zat besi.

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa kekurangan darah diidentikkan dengan kerontokan rambut? Hal ini karena saat tubuh tidak memperoleh asupan zat besi yang cukup, maka secara otomatis pasokan oksigen ke folikel rambut pun akan berkurang. Kondisi itulah yang kemudian menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan lemah sehingga merontokkan rambut.

2. Sulit Bekonsentrasi

Dampak anemia yang selanjutnya adalah kesulitan dalam berkonsentrasi. Pada anak-anak, anemia akan membuat mereka memiliki tingkat IQ lebih rendah. Sedangkan untuk orang dewasa, anemia akan membuat mereka sulit berkonsentrasi. Masalah lain terkait dampak anemia adalah mudah mengantuk hingga menurunkan performa dalam bekerja.

3. Pembengkakan Lidah

Kekurangan darah juga dapat mempengaruhi kondisi organ tubuh, salah satunya adalah terjadinya pembangkakan lidah. Hal ini masih sangat berkaitan erat dengan pasokan oksigen yang diterima oleh tubuh. Ketika tubuh kekurangan oksigen, maka otot-otot di seluruh tubuh akan mengalami pembengkakan, termasuk organ lidah. Di samping itu, bagian sudut bibir akan menjadi kering dan retak.

4. Mempengaruhi Kondisi Tumbuh Kembang Anak

Dampak anemia atau kekurangan darah yang selanjutnya adalah pengaruhnya pada kondisi tumbuh kembang anak. Untuk informasi, zat besi merupakan salah satu komponen yang penting untuk pertumbuhan sel anak. Jadi bukan hal yang aneh apabila seorang anak yang terserang anemia tingkat parah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tumbuh kembang. Dampak anemia pada anak yang lain adalah turunnya berat badan.

5. Sindrom Restless Leg

Penyakit kekurangan darah juga menyebabkan seseorang mengalami sindrom restless leg atau kaki gelisah. Sindrom yang satu ini akan menyebabkan getaran di bagian kaki layaknya aliran listrik.

6. Gangguan Kesehatan Reproduksi

Gangguan reproduksi juga menjadi salah satu dampak anemia atau kekurangan darah. Umumnya, gangguan reproduksi akibat kekurangan darah terjadi pada wanita hamil dan bersalin. Contohnya adalah persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, pendarahan usai persalinan, hingga keguguran.

Meski demikian, Anda tak perlu terlalu khawatir. Pasalnya beberapa masalah kesehatan di atas sangat jarang terjadi, bahkan untuk penderita anemia akut sekalipun. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan tubuh mereka.

7. Gagal Jantung

Gagal jantung adalah salah satu jenis penyakit yang tentu ditakuti oleh semua orang. Pasalnya masalah kesehatan ini dapat memicu kematian. Pertanyaannya, apakah benar anemia dapat memicu gagal jantung?

Pada kondisi anemia akut atau parah, gagal jantung dapat saja terjadi. Hal ini diakibatkan oleh tak mampunya zat besi memberikan pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut akan membuat jantung bekerja lebih keras demi memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh.

8. Mudah Terserang Infeksi

Dampak kekurangan darah yang terakhir adalah tubuh menjadi mudah terserang infeksi. Hal ini karena sel darah merah yang memiliki peranan penting untuk kinerja sistem imun dalam melawan virus dan bakteri tak mampu bekerja secara optimal.
 
Itulah beberapa dampak dan bahaya anemia atau kekurangan darah. Untuk mencegah beberapa dampak di atas, akan lebih baik apabila Anda menjaga kesehatan tubuh. Selain itu cukupi juga asupan zat besi dengan mengonsumsi aneka makanan bergizi.

Berbagai Pengobatan Anemia yang Dapat Dilakukan

Anda telah mengetahui penyebab dan dampak anemia. Kini saatnya mengulas mengenai pengobatan anemia yang dapat dilakukan. Namun perlu diketahui, ulasan mengenai pengobatan anemia berikut akan dibagi menjadi beberapa pembahasan tergantung jenis anemia yang diderita.

Mengutip dari situs hellosehat.com[k4] , berikut adalah langkah pengobatan anemia dilihat dari jenis dan penyebabnya:

Pengobatan Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi merupakan jenis penyakti anemia paling umum. Penyebab penyakit anemia defisiensi besi adalah ketidakmampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Selain itu, anemia defisiensi besi juga dapat dipicu oleh pola makan yang buruk serta kehilangan darah akibat menstruasi pada wanita.

Mengenai pengobatan anemia defisiensi besi, pengobatan paling umum yang dapat dilakukan adalah dengan meminum suplemen zat besi serta mengubah pola makan. Penderita anemia defisiensi besi harus banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Pengobatan Anemia Akibat Kekurangan Vitamin

Seperti yang dijelaskan di atas, salah satu penyebab anemia adalah rendahnya tingkat vitamin B-12 serta folat dalam tubuh. Umumnya, kondisi tersebut akan dialami oleh orang tua, pelaku penyalahgunaan obat-obatan, orang yang sering mengonsumsi alkohol, hingga pasien bedah.

Untuk pengobatan anemia akibat kekurangan vitamin dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan secara keseluruhan. Selain itu, mengonsumsi suplemen serta aneka makanan yang mengandung asam folat juga sangat disarankan.

Pengobatan Anemia untuk Penyakit Kronis

Contoh penyakit kronis yang dapat memicu seseorang terserang anemia adalah penderita autoimun, penyakit ginjal, hingga penyakit kanker serta infeksi kronis tertentu. Beberapa penyakit tersebut akan menyebabkan terjadinya peradangan yang mencegah tubuh dalam memaksimalkan penggunaan zat besi untuk membuat sel darah merah sehat. Di samping itu, kondisi ini juga akan menghalangi ginjal menciptakan hormon yang memberikan sinyal pada sumsum tulang dalam memproduksi sel darah merah lebih banyak.

Mengenai pengobatan anemia untuk penyakit kronis, dapat dilakukan dengan metode kemoterapi. Tujuannya adalah merangsang produksi sel darah merah. Melihat dari tingkat parahnya, pengobatan anemia yang satu ini harus dilakukan dan diawasi oleh mereka yang berkecimpung di bidang medis.

Pengobatan Anemia untuk Penyakit Turunan

Penyakit turunan juga menjadi salah satu penyebab anemia. Orang tua yang memiliki gen tertentu berisiko menularkan penyakit anemia untuk anak mereka.

Jenis anemia akibat penyakit turunan dapat dibagi menjadi dua, yakni:
 
Anemia Hemolitik. Ini adalah kondisi dimana sel darah hancur lebih cepat. Penyakit anemia sel sabit dan thalassemia juga dikategorikan dalam kategori penyakit ini. Mengenai pengobatannya, anemia hemolitik diobati dengan berbagai cara tergantung dari gejala, jenis, serta tingkat keparahannya. Selama masa perawatan, dokter akan terus mengamati pertumbuhan dan jumlah sel darah. Namun pengobatan anemia hemolitik umumnya dilakukan dengan metode transfuse darah dan steroid.

IBMFS (Inherited Bone Marrow Failure Syndromes). Merupakan gangguan penyakit langka dimana sumsum tulang tak mampu memproduksi sel darah yang cukup. Adapun jenis anemia yang masuk kategori IBMFS adalah fanconi anemia dan aplastic anemia. Seperti halnya anemia hemolitik, IBMFS juga diobati tergantung gejala serta tingkat keparahan anemia yang dirasakan.

Itulah pengobatan untuk anemia penyakit turunan. Dari penjelasan di atas, pengobatan yang dilakukan memang berbeda-beda tergantung hasil dari pemeriksaan medis yang dilakukan pada penderita. Secara umum, jenis pengobatannya adalah hormon, steroid, serta obat-obatan lain untuk merangsang produksi sel darah merah. Sedangkan penggunaan antibiotic diperlukan sebagai pencegah infeksi.

Makanan untuk Penderita Anemia

Selain melakukan langkah pencegahan, penderita anemia juga harus mengonsumsi makanan demi mempercepat proses penyembuhan anemia. Dalam hal ini, terdapat beberapa makanan untuk penderita anemia yang dapat dikonsumsi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Bayam

Bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan zat besi, kalsium, vitamn A, vitamin B2, vitamin C, vitamin E, dan beta karoten. Vitamin C memiliki fungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Beta karoten baik untuk mencegah munculnya penyakit kardiovaskular. Sedangkan zat besi menjadi komponen paling penting yang harus dicukupi untuk menyembuhkan anemia.

2. Akar Bit / Buah Bit

Akar bit atau yang juga sering disebut buah bit juga menjadi salah satu rekomendasi makanan untuk penderita anemia. Buah ini memiliki warna merah serta kandungan zat besi tinggi di dalamnya. Buah bit sangat efektif dalam mengurangi berbagai gejala anemia mulai dari kedinginan, risiko palpitasi, hingga detak jantung tidak normal.

Vitamin lain yang terkandung dalam buah bit adalah vitamin C, vitamin B6, kalium, dan asam folat. Selain sangat baik dikonsumsi oleh penderita anemia, konsumsi buah bit juga dapat mengurangi tekanan darah tinggi. Untuk mengonsumsi, buah bit dapat dimakan langsung atau dijadikan jus.

3. Tomat

Rekomendasi makanan untuk anemia yang selanjutnya adalah tomat. Selain kaya kandungan vitamin C, tomat juga mengandung zat besi yang cukup tinggi di dalamnya. Seperti yang kita tahu, vitamin C memiliki peranan yang sangat penting terutama pada penderita anemia.

Meskipun kandungan zat besi dalam tomat tak terlalu banyak, namun antioksidan pada tomat sangat berlimpah. Selain itu tomat juga mengandung kalium yang berfungsi untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.

4. Daging Merah Tanpa Lemak

Untuk informasi, tubuh dapat menyerap kandungan zat besi lebih cepat dari daging dibandingkan sayuran. Terlebih daging yang berwarna merah. Hal ini karena pada daging merah terdapat heme iron atau zat besi yang ada hemoglobin. Oleh karena itu, disarankan bagi penderita anemia untuk rutin mengonsumsi daging merah minimal 3 kali seminggu.

5. Selai Kacang

Rekomendasi makanan untuk penderita anemia yang berikutnya adalah selai kacang. Mengapa? Hal ini karena selai kacang memiliki kandungan kalori yang cukup besar. Selain itu, kandungan zat besi pada selai kacang juga cukup tinggi sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita anemia. Dalam menggunakan selai kacang untuk pengobatan anemia, Anda dapat mengonsumsi roti selai kacang 2 kali sehari.

6. Telur

Seperti yang kita tahu, telur adalah bahan makanan yang memiliki kandungan protein tinggi di dalamnya. Jadi apabila Anda menderita anemia, cobalah konsumsi telur. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, telur juga mengandung zinc untuk membantu proses pembentukan darah. Setidaknya konsumsilah telur dua kali sehari pada pagi dan malam hari.

7. Roti Gandum

Makanan untuk penderita anemia yang berikutnya adalah roti gandum. Dalam satu potong roti gandum, setidaknya dapat memenuhi sekitar 6% kebutuhan zat besi dalam tubuh. Selain itu, roti gandum juga mengandung asam fitat.

8. Kurma

Kurma merupakan jenis makanan yang memiliki kandungan mineral tinggi di dalamnya. Di samping itu, kurma juga mengandung berbagai nutrisi lain seperti zat besi, kalium, sulfur, magnesium, dan fosfor. Rasa manis pada kurma juga dapat memberikan asupan energi untuk tubuh sehingga penderita anemia tidak akan merasa lelah dan letih.

9. Brokoli

Makanan untuk penderita anemia yang selanjutnya adalah brokoli. Meskipun tak banyak orang menyukai rasa brokoli, namun sayuran ini ternyata memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi di dalamnya. Oleh karena itu, penderita anemia juga disarankan mengonsumsi brokoli agar cepat sembuh.

10. Kedelai

Kedelai merupakan jenis kacang-kacangan yang umumnya dijadikan bahan dasar untuk produksi tahu, tempe, hingga susu kedelai. Keledai yang diolah dengan cara direbus memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan cara pengolahan lain.

11. Kerang

Makanan untuk penderita anemia yang berikutnya adalah kerang. Kandungan zat besi tinggi yang terdapat pada kerang juga sangat ampuh untuk mengobati anemia. Perlu diingat bahwa kerang budidaya lebih baik karena lebih jauh dari pencemaran. Namun apabila Anda memiliki alergi terhadap makanan laut, disarankan untuk tidak mengonsumsi kerang.

12. Aneka Buah yang Mengandung Vitamin C

Aneka buah-buahan dengan kandungan vitamin C juga sangat baik dikonsumsi untuk penderita anemia. Hal ini karena vitamin C berperan penting untuk membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Adapun buah-buahan yang baik dikonsumsi adalah jeruk, strawberry, anggur, dan semangka.

Itulah beberapa makanan untuk penderita anemia yang dapat Anda konsumsi. Makanan tersebut akan lebih baik dikonsumsi secara rutin setidaknya 2 kali sehari. Dengan begitu, maka kondisi anemia Anda akan segera sembuh.

Pencegahan Anemia

Untuk pembahasan terakhir, kami akan mengulas mengenai langkah pencegahan anemia. Mengutip dari situs www.cnnindonesia.com[k5] , berikut adalah pencegahan anemia yang dapat Anda lakukan:

1. Cukupi Asupan Makanan yang Kaya akan Zat Besi

Seperti yang dijelaskan di atas, zat besi merupakan komponen penting yang harus dicukupi oleh penderita anemia. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mencukupi kebutuhan asupan zat besi harian. Anda dapat memperoleh zat besi dari berbagai makanan yang telah dijelaskan di atas.

2. Meningkatkan Asupan Vitamin C

Vitamin C memiliki peranan yang penting untuk membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain itu, vitamin C juga dapat memecah berbagai zat lain untuk dijadikan energi untuk tubuh. dengan begitu, Anda dapat mencegah terserang anemia.

3. Kombinasi Makanan yang Baik

Komsumsi makanan yang dikombinasikan dengan baik dapat memberikan manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Hal inilah yang membuat para ahli medis menyarankan untuk mengonsumsi makanan 4 Sehat 5 Sempurna.

4. Memasak dengan Alat Berbahan Besi

Langkah pencegahan anemia yang berikutnya adalah dengan memasak menggunakan alat berbahan besi. Mengapa? Hal ini karena asam pada makanan dapat membantu mengikis zat besi pada alat masak tersebut.

Itulah beberapa langkah pencegahan anemia yang dapat Anda coba lakukan. Apabila penyakit anemia yang Anda rasakan sudah dalam kondisi parah, maka disarankan untuk menghubungi dokter demi mendapatkan penanganan tepat.
 
Semoga ulasan mengenai penyebab anemia pada kesempatan kali ini bermanfaat bagi Anda.


[k1]https://www.alodokter.com/anemia
[k2]https://doktersehat.com/anemia-2/
[k3]https://doktersehat.com/dampak-buruk-anemia-atau-kurang-darah/
[k4]https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/anemia/mendapatkan-pengobatan-anemia-yang-tepat/
[k5]https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180427150108-255-294137/7-cara-efektif-cegah-anemia
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment