4 TANDA-TANDA MASA SUBUR DAN CARA MENGHITUNGNYA

4 TANDA-TANDA MASA SUBUR DAN CARA MENGHITUNGNYA

Bagi setiap pasangan yang baru menikah, tentu akan sangat menantikan munculnya tanda-tanda masa subur yang dialami oleh wanita. Pasalnya ketika tanda masa subur muncul, proses pembuahan yang dilakukan oleh sepasang suami istri kemungkinan besar akan berhasil.

Untuk itulah, penting kiranya bagi siapa saja untuk mengetahui cara yang dapat dilakukan dalam mencermati munculnya masa subur. Salah satunya adalah dengan menghitung siklus haid yang dialami oleh wanita. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi pertanda bahwa Anda sedang dalam kondisi subur.


4 TANDA-TANDA MASA SUBUR DAN CARA MENGHITUNGNYA

Tanda-Tanda Masa Subur dari Perubahan Fisik

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa cara paling mudah untuk mengetahui tanda kesuburan adalah berdasarkan hitungan siklus haid atau menstruasi. Selama siklus menstruasi berjalan teratur, maka menghitung tanda masa subur pun akan semakin mudah. Meski demikian, terdapat beberapa tanda-tanda masa subur lain yang juga dapat dijadikan patokan dan tentunya harus Anda perhatikan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Merasakan Nyeri pada Bagian Perut

Rasa sakit yang muncul di perut tentu dapat dialami oleh siapa saja dan terjadi kapan saja. Meski demikian, munculnya rasa nyeri pada perut, terutama pada bagian punggung atau perut, maka hal ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa sedang terjadi ovulasi.

Hanya saja, sakit perut tersebut memiliki gejala yang sangat beragam. Ada yang merasakan sakit perut ringan, ada pula yang merasakan nyeri teramat sangat. Apakah nyeri pada bagian perut menjadi pertanda valid bahwa seorang wanita sedang subur? Tentu saja tidak. Namun nyeri perut yang dimaksud adalah nyeri perut yang spesifik, yakni terjadi pada hari ke 5 – 6 sebelum masa haid tiba. 

2. Perubahan pada Serviks

Ini adalah tanda kesuburan yang mungkin sangat jarang disadari oleh seorang wanita. Pada kondisi normal, serviks wanita akan terasa keras, lebih tertutup, dan juga kering. Sedangkan ketika masa subur tiba, maka serviks akan berubah menjadi lebih terbuka, basah, dan lembut. Hal ini karena sel telur mulai dilepaskan oleh indung telur dan siap mengalami proses pembuahan. 

3. Rasa Sakit di Bagian Dada

Untuk informasi, produksi kadar hormon estrogen yang terjadi sebelum seorang wanita mengalami masa subur akan memunculkan rasa sakit di bagian dada. Bahkan bagi sebagian wanita akan sangat sensitif ketika bagian dada tersentuh baju. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya rasa pegal atau nyeri ketika masa subur datang. 

4. Munculnya Bercak dari Serviks

Tanda-tanda masa subur juga dapat diketahui dengan munculnya bercak yang muncul dari serviks. Bercak yang dimaksud adalah bercak yang menempel di bagian celana dalam wanita. Pada umumnya, bercak tersebut berupa cairan semacam lendir. Adapun bentuk dari lendir tersebut adalah meregang dan tipis. Jika diperhatikan, bentuk dan warnanya sangat mirip dengan bagian putih pada telur ayam.

Munculnya bercak ini menjadi salah satu tanda bahwa seorang wanita sedang berada dalam puncak masa produksi. Biasanya bercak tersebut akan muncul pada hari ke 14 setelah periode haid atau menstruasi berakhir. Ini adalah salah satu tanda yang sangat mudah untuk diketahui apakah Anda sedang berada di masa subur atau tidak.

Itulah beberapa tanda-tanda masa subur jika dilihat dari perubahan fisik yang Anda alami. Apabila Anda mengalami tanda-tanda di atas, maka pada masa itulah waktu pembuahan memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk berhasil. Meski demikian, tetap disarankan bagi Anda untuk melakukan konsultasi pada dokter kandungan agar mendapatkan prediksi yang lebih akurat. 

3 Cara Mengetahui Datangnya Masa Subur

Setelah mengetahui beberapa tanda masa subur, maka Anda pun harus memahami cara untuk mengetahui masa subur sehingga Anda dapat memastikannya sendiri. Setidaknya terdapat 3 cara dalam mengetahui masa subur. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menghitung dengan Siklus Haid

Sebagai informasi, masa normal siklus haid adalah selama 21 hari hingga 35 hari. Sebagian wanita memang memiliki siklus haid yang sama dan teratur. Namun ada juga yang siklusnya bervariasi, dapat lebih cepat atau bahkan lambat selama beberapa hari. Jadi untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, akan lebih sulit menentukan kapan masa subur akan muncul.

Untuk memudahkan pemahaman Anda, contoh yang akan diberikan berikut adalah siklus haid yang terjadi selama 30 hari dan 21 hari. Pada kondisi normal, di hari ke 14 sebelum datangnya hari pertama menstruasi datang, sel telur akan dilepaskan dari indung telur. Jadi perhitungannya adalah:

Siklus haid 30 hari – 14 hari = hari ke 16 setelah hari pertama haid terakhir terjadi
Siklus haid 21 hari – 14 hari = hari ke 7 setelah hari pertama haid terakhir

Contoh kasusnya adalah apabila seorang wanita memiliki siklus haid 30 hari. Hari pertama haid terakhirnya jatuh di tanggal 20 Januari. Berdasarkan siklusnya, maka tanggal datangnya haid selanjutnya adalah pada tanggal 18 Februari. Dengan begitu, maka masa suburnya adalah pada tanggal 4 Februari (tanggal 18 Februari – 14 = 4). 

Berhubung sperma hanya dapat bertahan selama 2 hingga 3 hari saja dalam tubuh wanita, sedangkan sel telur dapat bertahan selama 1 hari saja, maka rentang pasangan dapat melakukan hubungan dengan rentang 2 hari sebelum terjadinya masa subur. Berdasarkan contoh, maka tanggal yang ideal adalah pada 2 hari sebelum masa subur berakhir yakni tanggal 16 Februari.

2. Elastisitas Lendir pada Wanita

Tanda-tanda masa subur kedua yang dapat diamati adalah mengenai elastisitas lendir. Cara mengetahuinya adalah seorang wanita dapat memasukkan ujung jarinya pada bagian saluran pembuahan. Apabila lendir yang keluar berwarna bening dan basah, maka itu menjadi tanda bahwa tubuh dalam kondisi subur. Selain itu, jumlah lendir juga cenderung lebih banyak dibandingkan biasanya. 

3. Memeriksa Suhu Basal Tubuh

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan pengecekan terhadap suhu basal tubuh. Pasalnya, peningkatan suhu tubuh akan menunjukkan adanya proses ovulasi. Pada normalnya, suhu akan meningkat selama 3 hari dengan angka sekitar 0,2 – 0,5 derajat Celcius. Hanya saja suhu ini dapat dicek apabila tubuh mengalami kondisi istirahat penuh. Adanya peningkatan suhu tersebut terjadi karena adanya proses produksi hormon progesteron yang muncul setelah ovulasi.

Dalam hal ini, Anda dapat memeriksa suhu tubuh di pagi hari setelah bangun tidur dan catat pada sebuah grafik yang dapat diperoleh dari puskesmas, apotek, atau langsung dari dokter. Pengukuran suhu ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan agar mengetahui secara pasti suhu tubuh normal seseorang.

Caranya, letakkan termometer pada bagian lidah dengan bibir tertutup selama jangka waktu 3 – 5 menit. Jangan bangun dari tempat tidur terlebih dahulu hingga proses pengukuran suhu tubuh selesai. 

Karakteristik Wanita Tidak Subur, Bagaimana Mengenalinya?

Jika pada pembahasan di atas dijelaskan tentang tanda masa subur serta mengetahui datangnya masa subur, maka tak ada salahnya apabila Anda juga memahami karakteristik wanita yang tidak subur. Mengutip dari situs hellosehat.com[k1] , terdapat beberapa ciri wanita tidak subur. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Ciri pertama adalah menstruasi yang tidak teratur. Hal ini karena menstruasi atau haid sendiri menjadi salah satu pertanda subur atau tidaknya wanita. Umumnya, siklus menstruasi normal berlangsung antara 28 hari hingga 35 hari. Hanya saja sebagian wanita tidak memiliki waktu menstruasi yang tetap.

Salah satu penyebab tidak lancarnya menstruasi adalah karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Kondisi tersebut dikenal dengan sindrom ovarium polikistik atau (PCOS). 

2. Rasa Sakit Berlebih saat Menstruasi Datang

Tanda wanita yang tidak subur juga dapat dilihat dari munculnya rasa sakit tak tertahankan ketika menstruasi tiba. Namun perlu dicatat, bahwa tak semua wanita yang mengalami rasa sakit luar biasa saat menstruasi berarti ia tidak subur. Dalam beberapa kasus, rasa sakit saat menstruasi disebabkan oleh endometriosis.

Sekedar informasi, endometriosis merupakan kondisi dimana jaringan endometrium tumbuh di luar rahmi wanita. Kebanyakan kasus menyebutkan bahwa endometrium dapat tumbuh di bagian perut dan panggul. Jaringan inilah yang menyebabkan sperma tak dapat membuahi sel telur.

Itulah sedikit pembahasan mengenai tanda wanita subur dan tidak subur yang harus Anda pahami. Dengan kata lain, kesuburan pada wanita juga dapat dipengaruhi oleh pola hidup sehat. Jadi apabila Anda merasakan hal yang tidak normal pada tubuh, sebaiknya segera memeriksakan kesehatan Anda ke dokter. Dengan begitu, maka berbagai masalah yang lebih parah terkait kesuburan dapat diatasi.

Semoga apa yang kami jelaskan pada kesempatan kali ini dapat memberikan manfaat bagi Anda.

 [k1]https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/ciri-ciri-wanita-tidak-subur/
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment